Pemerintah tingkatkan pemeliharaan infrastruktur sumber daya air di wilayah Sungai Kapuas. Foto: dok. Kementerian PU
KOSADATA — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkuat program ketahanan air dan pangan di Kalimantan Barat melalui pengembangan dan pemeliharaan infrastruktur sumber daya air di wilayah Sungai Kapuas.
Fokus utama diarahkan pada peningkatan jaringan irigasi, pemeliharaan rutin, serta pengendalian daya rusak air sebagai langkah antisipatif terhadap krisis iklim dan urbanisasi.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa infrastruktur sumber daya air merupakan tulang punggung ketahanan pangan nasional.
“Infrastruktur harus kuat, tidak hanya secara fisik, tetapi juga dalam visi jangka panjang untuk menjawab tantangan perubahan iklim dan pertumbuhan kota,” ujar Dody dalam pernyataan resmi, Senin, 14 Juli 2025.
Pada 2025, program infrastruktur di wilayah Sungai Kapuas mencakup rehabilitasi jaringan irigasi dan rawa, operasi dan pemeliharaan sistem air, serta pengendalian daya rusak air yang kerap menjadi ancaman banjir tahunan.
Upaya rehabilitasi dan pengembangan irigasi mencakup peningkatan Daerah Irigasi Rawa (DIR) Teluk Batang Komplek di Kabupaten Kayong Utara serta pembangunan infrastruktur irigasi seperti bangunan air dan pintu air di Kabupaten Ketapang, Kubu Raya, dan Sambas.
Selain itu, dilaksanakan juga rehabilitasi tahap I dan tahap II pada jaringan utama DI/DIR yang menjadi kewenangan pemerintah daerah di Kalimantan Barat.
“Semua ini bertujuan menjaga efisiensi dan ketersediaan air bagi lahan pertanian, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal berbasis pertanian,” tambah Dody.
Untuk perawatan rutin, pemeliharaan mekanis dilakukan di 12 lokasi strategis, antara lain DIR Kubu Komplek dan Teluk Bayur di Kubu Raya; serta DIR Sebubus, Sarang Burung, Pimpinan, Pemangkat, Sebangkau, Selakau, dan Semelagi di Kabupaten Sambas.
Di Kabupaten Ketapang, kegiatan serupa menyasar DIR Pematang Gadung I dan II serta Sungai Kinjil.
Selain pembangunan dan
Comments 0