Peneliti ITPLN: Perlu Adaptasi Teknologi untuk Evakuasi Daya dari EBT

Ida Farida
Dec 07, 2025

Foto: ist

bottleneck terjadi ketika produksi listrik EBT sedang tinggi, tetapi kapasitas transmisi tidak mencukupi. Energi pun terpaksa dikurangi atau dihentikan sementara (curtailment). Situasi ini, kata Ibnu, membuat investor ragu, terutama untuk proyek PLTS skala besar, karena belum ada kepastian bahwa energi yang dihasilkan dapat terserap jaringan.

Kendala lain datang dari sisi pembangunan infrastruktur. Ibnu menuturkan ekspansi jaringan tersendat oleh tingginya biaya investasi serta proses perizinan yang berlapis, terutama terkait pembebasan lahan.

“Ini membuat pembangunan infrastruktur listrik berjalan jauh lebih lambat dibanding pengembangan pembangkit EBT,” ujarnya.

Dampak integrasi EBT tanpa penguatan jaringan, lanjut Ibnu, berisiko menurunkan kualitas tegangan, memicu kelebihan beban, hingga menyebabkan pemadaman lokal. Infrastruktur transmisi juga dinilai belum didukung teknologi digital modern seperti wide-area monitoring dan sensor pintar yang dibutuhkan untuk mengelola karakteristik pembangkit EBT.

“Kesenjangan kapasitas semakin melebar. Jika tidak segera diatasi, kita akan menghadapi tantangan logistik energi yang serius,” kata Ibnu.

Rekomendasi AEPS2 Center ITPLN

Untuk mengatasi persoalan tersebut, AEPS2 Center ITPLN menawarkan sejumlah solusi strategis. Pertama, desain teknologi penyimpanan energi melalui integrasi battery energy storage system (BESS) guna mengatasi sifat intermiten PLTS dan PLTB, menjaga stabilitas frekuensi, serta menyediakan layanan pendukung sistem.

Kedua, perencanaan sistem tenaga yang fleksibel melalui pengembangan smart grid, demand response, serta kontrol inverter canggih berbasis grid-forming untuk meningkatkan keandalan jaringan.

Ketiga, perencanaan energi terintegrasi untuk mengoptimalkan investasi dan ekspansi jaringan agar mampu mendukung EBT skala besar dengan biaya efisien.

Keempat, pengembangan teknologi konversi daya lanjutan seperti voltage source converter (VSC), modular multilevel converter (MMC), dan sistem back-to-back untuk integrasi EBT, interkoneksi sistem, serta aplikasi industri dan kelautan.

Terakhir, penguatan sektor advisory,


1 2 3

Related Post

Post a Comment

Comments 0