PLN Genjot Ekosistem Hidrogen, Bahlil: Jembatan Menuju Kedaulatan Energi

Ida Farida
Apr 17, 2025

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia (tengah), Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana (kedua dari kiri), Direktur Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi (kedua dari kanan

penggerak pengembangan hidrogen di Asia Tenggara. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menekankan bahwa hidrogen adalah “jembatan” menuju masa depan energi bersih.

 

“PLN tak sekadar mengikuti arus, tapi menjadi simbol keberanian untuk melompat dari ketergantungan energi fosil ke arah kedaulatan energi nasional,” kata Darmawan.

 

Langkah konkret sudah dijalankan. Sejak 2023, PLN telah mengoperasikan Green Hydrogen Plant (GHP) pertama di PLTGU Muara Karang, Jakarta. Setahun berselang, giliran PLTP Kamojang di Jawa Barat jadi pionir pemanfaatan energi panas bumi untuk produksi hidrogen—yang pertama di Asia Tenggara.

 

Hingga kini, PLN telah mengembangkan 22 lokasi GHP di seluruh Indonesia, membangun Hydrogen Refueling Station, serta mendirikan Hydrogen Center sebagai pusat kompetensi pertama di tanah air.

 

Pemanfaatan hidrogen juga sudah merambah sektor ketenagalistrikan. Di Bali, PLTDG Pesanggaran memulai cofiring hidrogen. Di Gili Ketapang, Jawa Timur, PLN mengoperasikan hydrogen fuel cell generator. Bahkan, pada ajang PLN Electric Run 2024, teknologi sel bahan bakar ini ikut dipamerkan.

 

PLN juga menggandeng Pupuk Kujang untuk memproduksi green ammonia, yang telah dimanfaatkan untuk cofiring di PLTU Labuan, Banten.

 

“Ini bukan hanya soal teknologi,” kata Darmawan. “Tapi menciptakan peluang ekonomi baru—industri hijau, pekerjaan ramah lingkungan, dan kesejahteraan rakyat.”***


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0