KOSADATA - Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, Iman Satria menyentil Dinas Kesehatan DKI Jakarta karena Fasilitas Kesehatan pos pelayanan terpadu (posyandu) dan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di sejumlah wilayah cukup minim.Â
Â
Menurutnya, Posyandu dan Puskesmas menjadi garda terdepan yang harus dilengkapi fasilitasnya untuk meningkatkan layanan kesehatan kepada masyarakat.
Â
“Banyak fasilitas yang kurang seperti alat ukur bayi dan alat timbang di setiap posyandu,†ujar Iman Satria, saat dihubungi di Jakarta, Jumat (9/8/2023).
Â
Imam mengatakan saat ini kurang Fasilitas Kesehatan banyak ditemukan di setiap puskesmas. Selain itu, ia mendapat beberapa laporan dari masyarakat.
Â
“Karena kekurangan fasilitas tersebut, katanya, maka pendeteksian tengkes di beberapa wilayah DKI Jakarta menjadi kurang maksimal,†katanya.
Â
Dikatakan Iman, tingkat posyandu, masih kekurangan fasilitas tersebut juga ditemukan di beberapa Puskesmas Jakarta. Namun, saat ditanya di mana saja lokasi Fasilitas Kesehatan tersebut, Iman tidak menjelaskan dengan rinci.
Â
Dengan adanya temuan tersebut, Iman berharap Pemprov DKI Jakarta tidak hanya fokus dalam program pemberian gizi melainkan Fasilitas Kesehatan juga harus diperhatikan dalam menangani tengkes.
Â
Sebelumnya, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyatakan berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022, angka prevalensi tengkes di DKI Jakarta turun menjadi 14,8 persen.
Â
“Prevalensi tengkes di DKI Jakarta turun menjadi 14,8 persen. Ini sesuai target 2024 (secara nasional). Kami berterima kasih karena DKI Jakarta bisa menjadi 'best practice' (pembelajaran praktik baik) dalam upaya percepatan penurunan tengkes,†kata Kepala BKKBN Hasto Wardoyo dalam Sosialisasi Cegah Tengkes di Jakarta, pada awal Februari tahun ini.
Â
Bila melihat data terbaru dalam SSGI pada 2022, angka tengkes di DKI Jakarta turun
Comments 0