SKPT Morotai Diresmikan, Simpul Ekonomi Baru di Ujung Timur Nusantara

Abdillah Balfast
Apr 30, 2025

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono meresmikan SPKT Morotai. Foto: Humas KKP

KOSADATAMenteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono meresmikan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Morotai, Maluku Utara. Fasilitas ini digadang menjadi simpul pertumbuhan ekonomi kawasan pesisir sekaligus penanda kehadiran negara di pulau terluar.

 

“Pembangunan pelabuhan perikanan ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat aktivitas nelayan, tetapi juga sebagai simbol pertumbuhan ekonomi wilayah yang berkelanjutan,” ujar Trenggono dalam keterangannya, Rabu, 30 April 2025.

 

SKPT Morotai merupakan bagian dari proyek hibah Pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA) senilai Rp115,7 miliar. Fasilitasnya mencakup ice flake machine, kantor administrasi, seawall, barak nelayan, mess pegawai, gudang logistik, hingga integrated cold storage berkapasitas 200 ton dengan suhu pendinginan hingga minus 60 derajat Celsius.

 

SKPT dibangun dengan pendekatan sistem manajemen kawasan berbasis kelautan yang mengedepankan prinsip integrasi, efisiensi, dan percepatan pembangunan ekonomi lokal. Selain memperkuat layanan infrastruktur, SKPT juga diharapkan mendorong kedaulatan pangan laut.

 

Morotai, yang berbatasan langsung dengan Pasifik, menyimpan potensi hasil laut besar, terutama ikan tuna sirip kuning. Tahun 2024, produksi tuna sirip kuning dari Morotai mencapai 1.382 ton dengan nilai mencapai Rp65,83 miliar. Trenggono optimistis, dengan beroperasinya SKPT dan rencana pembangunan dermaga serta breakwater, produksi tahunan bisa melonjak hingga 39.100 ton. Penambahan armada kapal juga ditargetkan meningkat menjadi 175 unit.

 

“Cold storage yang begitu besar bisa menyimpan ikan tuna sirip kuning lebih segar dan bisa langsung diekspor ke Jepang,” kata Trenggono. Ia menambahkan, proyek ini akan menyerap lebih dari 1.300 tenaga kerja lokal.

 

Kepala Perwakilan JICA di Indonesia, Sachiko Tadeka, menyebut kerja sama ini sebagai bentuk komitmen Jepang dalam mendukung pembangunan


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0