Israel Kembali Serang Gaza, Amelia Anggraini: Pemerintah Harus Berani Tegur Israel

Restu Hanif
Feb 02, 2026

Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini. Foto: ist.

KOSADATA - Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini mendesak agar pemerintah Indonesia dapat mengambil sikap tegas atas tindakan Israel yang kembali menyerang Gaza meski telah ada kesepakatan gencatan senjata. 

Amelia mengungkapkan bahwa tindakan yang dilakukan oleh Israel sudah jelas melanggar hukum internasional, sehingga Indonesia sebagai salah satu anggota Dewan Perdamaian (Boarder of Peace) memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk mempertanyakan serta menegur tindakan Israel yang dinilai mencederai upaya perdamaian.

 “Apa yang dilakukan Israel jelas melanggar prinsip-prinsip kemanusiaan. Serangan ke pengungsian tidak bisa dibenarkan dengan alasan apapun,” kata Amelia pada Senin, 2 Februari 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta.

Amelia menegaskan, status keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian seharusnya menjadi alat politik dalam menekan Israel serta pihak-pihak yang melanggar kesepakatan damai.

Menurutnya, keikutsertaan Indonesia menjadi sinyal bagi pemerintah, bahwa negara tidak boleh diam ketika pelanggaran terus terjadi.

“Sebagai bagian dari BOP, pemerintah harus mempertanyakan dan menegur Israel. Ini bukan hanya soal politik, tapi soal kemanusiaan,” ujarnya.

Amelia mengingatkan, konsistensi sangat diperlukan bagi forum internasional dalam menegakkan mandat perdamaian. Ia menilai, perjanjian gencatan senjata hanya akan menjadi formalitas jika di lapangan masih terjadi kekerasan terhadap warga sipil.

Untuk itu, Amelia mengungkapkan bahwa Komisi I akan terus mengawal sikap dan langkah pemerintah agar sejalan dengan amanat konstitusi Indonesia yang menentang segala bentuk penjajahan dan mendukung perdamaian dunia.

“Kita ingin perdamaian yang nyata, bukan perdamaian di atas kertas. Indonesia harus tetap berada di garis depan dalam memperjuangkan hak-hak kemanusiaan rakyat Palestina,” pungkasnya.***

Related Post

Post a Comment

Comments 0