Kali Ciketing alirkan limbah membahayakan dari TPST Bantargebang. Foto: ist
Setelah wawancara dan diskusi selama 2,5 jam di kantor KPNas di Sumurbatu, kemudian Tim Monev minta didampingi menemui tokoh di Kelurahan Ciketingudik dan pengelola TPST Bantargebang. Tokoh yang diwawancarai adalah Cempa atau Gunin, mantan Ketua RT 001/005 Ciketingudik.
Menurut Gunin, kondisi TPST Bantargebang sudah parah, hampir semua zona penuh, dan perlu perluasan lahan, demi menjaga keselamatan pekerja dan pemulung. Karena, memang kondisinya sudah mengkhawatirkan. Dalam waktu dua tahun ke depan TPST Bantargebang akan penuh sampah. Jadi, pada saat ini yang diperlukan adalah perluasan lahan untuk membuat zona baru. Itu cara yang paling aman dan efektif untuk mengatasi persoalan TPST Bantargebangsaat ini.
Gunin melanjutkan, sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang semakin banyak, sementara yang diolah masih sedikit, mungkin 20 persen. Teknologi pengolahan yang ada belum mampu mengolah sampah dalam jumlah banyak, misalnya PLTSa maupun RDF. Karena sampahnya macam-macam, belum terpilah, ada kasur, spring bed, lemari, meja kursi, ban mobil, dll yang bentuknya besar-besar. Spring bed dimasuk ke dalam mesin open PLTSa kawat-kawatnya masih utuh, tidak bisa meleleh.
Setelah itu, Tim Monev melanjutkan ke kantor TPST Bantargebang, ingin bertemu dengan pelaksana UPST/TPST Bantargebang. Tetapi, ditunggu lama tidak muncul-muncul. Kata bawahannya sedang ke lapangan, melihat pengerjaan proyek di Sumurbatu, dekat Makam Mbah
Comments 0