Foto: ist
Di bidang infrastruktur, kelanjutan pembangunan MRT fase kedua, pengembangan LRT, normalisasi dan naturalisasi sungai, hingga pembangunan embung pengendali banjir mempertegas komitmen terhadap transportasi massal dan ketahanan lingkungan. Sementara di sektor sosial dan tata kota, perluasan TPU, relokasi warga ke rumah susun secara persuasif, serta digitalisasi layanan publik dinilai mencerminkan perbaikan pelayanan dasar.
Kebijakan transportasi gratis bagi kelompok tertentu, keberlanjutan program KJP Plus, KJMU, bantuan sosial bagi lansia dan penyandang disabilitas, serta penguatan UMKM melalui Jakpreneur juga disebut menjaga fungsi perlindungan sosial pemerintah daerah. Stabilitas ekonomi Jakarta yang tercermin dari inflasi terkendali dan investasi yang tetap tumbuh turut memperkuat fondasi fiskal daerah.
Di bidang sosial-keagamaan, penyelenggaraan perayaan Natal di ruang publik strategis dinilai menegaskan komitmen toleransi dan kebebasan beragama di ibu kota. “Ini penting untuk menjaga stabilitas sosial Jakarta yang majemuk,” kata SGY.
Namun, menurut SGY, agenda yang paling menentukan warisan Pramono adalah target layanan air minum perpipaan 100 persen melalui PAM Jaya. Hingga Februari 2026, cakupan layanan disebut telah melampaui 80 persen dan ditargetkan penuh pada 2029. “Kalau Jakarta bisa mencapai 100 persen lebih cepat, ini bukan hanya legasi bagi Jakarta, tapi model nasional,” ujarnya.
SGY menegaskan, warisan sejati kepemimpinan tidak dibangun dari monumen atau slogan, melainkan dari penyelesaian masalah konkret dan pemenuhan
Comments 0