Foto: dok. UGM
Koordinator TEP UGM, Dewi Cahyani Puspitasari, menyampaikan kegiatan selama 120 hari ini menghasilkan buku Transformasi, Transmigrasi, Dampak Sosial, Peluang dan Tantangan. Buku itu akan menjadi evidentiary basis dalam perumusan kebijakan dan perencanaan pembangunan transmigrasi.
Melalui program ini, kata Dewi, UGM menegaskan perannya sebagai institusi akademik yang tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga berkontribusi langsung pada penguatan kebijakan pembangunan nasional berbasis riset.
Sebanyak 14 lokasi disasar tim ekspedisi, antara lain kawasan Muting di Merauke, Papua Selatan; Trans Gane, Maluku Utara; Bena di Timor Tengah Selatan; Hialu, Konawe Utara; Mentebah di Kapuas Hulu; Muara Sahung di Kaur, Bengkulu; serta Babahrot–Kuala Batee di Aceh Barat Daya.***
Berita terkini lainnya bisa diikuti melalui kanal Google News KOSADATA.
Comments 0