Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti. Foto: ist.
KOSADATA — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyebut ada lima strategi peningkatan kualitas pendidikan dalam negeri, mulai dari pemberian beasiswa bagi Guru hingga Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk pelajar.
"Singkat saja, ada lima fokus. Beasiswa bagi Guru yang belum D4 maupun S1, peningkatan sarana prasarana pembelajaran, tunjangan sertifikasi dan peningkatan kompetensi Guru, pengenalan kecerdasan artificial dan koding, ada Tes Kemampuan Akademik," kata Abdul Mu'ti pada Kamis, 9 Oktober 2025 di Kota Baru, Jawa Timur.
Abdul Mun'im menjelaskan tindak lanjut dari kelima startegi tersebut. Untuk beasiswa bagi Guru yang belum menempuh pendidikan jenjang D4 maupun S1, dia menyatakan Kemendikdasmen akan menyiapkan kuota penerima bantuan pada 2026 sebanyak 150 ribu orang, meningkat drastis dibandingkan tahun ini sebanyak 12.500 orang.
"Masing-masing mendapatkan beasiswa Rp3 juta per semester," ucapnya.
Sedangkan untuk peningkatan sarana dan prasarana pembelajaran, kemendikdasmen tahun ini merenovasi 16.111 satuan pendidikan serta memberikan bantuan digitalisasi pendidikan berupa interactive flat panel.
"Bantuan pendidikan interaktif flat panel untuk 288 ribu sekian satuan pendidikan," ujarnya.
Selain itu, Kemendikdasmen juga berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan Guru melalui pemberian tunjangan sertifikasi dan peningkatan kompetensi Guru di berbagai bidang, seperti pembelajaran mendalam, koding dan AI, konseling dengan menyelenggarakan pelatihan.
Abdul menjelaskan pelaksanaan TKA dimaksudkan untuk mengukur capaian akademik pelajar dengan mengedepankan objektivitas dan adil.
Ia menjelaskan, pihaknya akan terlebih dahulu menyelenggarakan TKA bagi pelajar yang duduk di bangku kelas 12 SMA pada November 2025. Kemudian, pelajar di tingkat SD dan SMP akan menjalani Tes Kemampuan Akademik pada Maret 2026.
Comments 0