Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Foto: ist.
KOSADATA - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan bahwa transformasi transmigrasi menjadi kunci penting dalam menghadirkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
AHY menyebut, pembangunan infrastruktur sejatinya merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam pembangunan transmigrasi. Oleh karenanya, ia menegaskan bahwa negara bertanggung jawab untuk memastikan setiap kawasan transmigrasi memiliki kesiapan infrastruktur agar mampu tumbuh sebagai pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.
“Kami mengemban amanah mengawal pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Indonesia, terutama infrastruktur yang berdampak langsung terhadap ketahanan nasional, baik di bidang pangan, energi, dan air, maupun dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan,” kata AHY dalam keterangan tertulisnya yang diterima pada Sabtu, 7 Februari 2026 di Jakarta.
Lebih lanjut, AHY menerankan bahwa transformasi transmigrasi hanya dapat mencapai tujuan awalnya apabila dilakukan dengan komitmen yang kuat.
Ia menekankan, upaya pembangunan transmigrasi harus dilandasi dengan komitmen dalam menghadirkan pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
“pertumbuhan ekonomi tidak boleh sepotong-sepotong. Pertumbuhan harus diikuti pemerataan dan keadilan agar tidak menyisakan lapisan masyarakat prasejahtera dan terjebak dalam kemiskinan, terlebih kemiskinan ekstrem,” ujarnya.
Menjawab pern ataan AHY, Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanegara menegaskan bahwa pihaknya akan mengawal pembangunan ekonomi di wilayah transmigrasi bersifat pro-rakyat dan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat lokal.
Ia memastikan, setiap investasi di wilayah transmigrasi turut dibarengi dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar masyarakat setempat menjadi pelaku utama pembangunan.
“Yang ditekankan adalah pertumbuhan ekonomi pro-rakyat, yaitu pertumbuhan yang membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat
Comments 0