AS Keluar dari Organisasi Internasional, BPIP: Bisa Untungkan China

Restu Hanif
Jan 11, 2026

Dewan Pakar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Bidang Strategi Hubungan Luar Negeri, Darmansjah Djumala. Foto: ist.

KOSADATA — Dewan Pakar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Bidang Strategi Hubungan Luar Negeri, Darmansjah Djumala memandang keputusan politik Amerika Serikat (AS) untuk keluar dari Organisasi internasional akan menguntungkan China.

"Turunnya peran AS di dunia internasional akibat keluarnya AS dari beberapa organisasi dunia tidak serta merta akan digantikan oleh China. Tapi keputusan AS itu dalam jangka panjang akan menguntungkan posisi China dalam forum-forum multilateral," kata Djumala dalam keterangan tertulisnya yang diterima pada Minggu, 11 Januari 2026 di Jakarta.

Alasan AS keluar dari berbagai forum internasional dikarenakan negara tersebut menilai bahwa msi forum tersebut telah dikuasai oleh kepentingan negara-negara yang memiliki agenda sendiri yang bertentangan dengan kepentingan nasional AS.

Selain itu, AS merasa bahwa forum-forum yang AS tinggalkan sudah tidak strategis lagi, sehingga tidak membawa keuntungan untuk kepentingan AS.

Walapun demikian, Djumala menegaskan bahwa posisi AS tidak akan digantikan begitu saja oleh negara lain, sehingga banyak lembaga internasional kehilangan daya dorong politik, pendanaan, dan kapasitas implementasi.

Keadaan tersebut, menurutnya, dapat dimanfaatkan oleh China untuk mengambil peran sebagai mitra yang diandalkan, terutama dalam pembiayaan pembangunan dan infrastruktur.

"Dalam forum internasional, dukungan China sering dipersepsikan lebih pragmatis dan tidak bersyarat secara politik. Dalam jangka panjang, hal ini memperkuat posisi China sebagai aktor sentral dalam membangun konsensus dalam isu-isu pembangunan di berbagai Organisasi internasional," tandasnya.***

Update terus berita terkini Kosadata di Google News.

Related Post

Post a Comment

Comments 0