Pramono Anung sedang menunggu bus Transjakarta di salah satu titik pemberhentian. Foto: IG Pramono Anung
Andika menilai kenaikan rata-rata sebesar 0,97 persen per tahun itu terlalu rendah jika dibandingkan kota-kota dunia seperti Bogota dan Seoul yang mampu menaikkan PTMS hingga 2 persen per tahun melalui kebijakan agresif.
Dia menilai, tanpa disinsentif kuat terhadap kendaraan pribadi, target tersebut sulit tercapai.
“Pemerintah Provinsi DKI harus konsisten menerapkan Electronic Road Pricing (ERP), pajak parkir progresif, pembatasan usia kendaraan, serta sistem ganjil genap yang lebih luas,” tegas Andika.***
Comments 0