Desy Ratnasari: Parlemen Remaja 2025 Tanamkan Kultur Politik Baik dan Literasi Digital pada Pemuda

Abdillah Balfast
Nov 06, 2025

Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI, Desy Ratnasari, mengapresiasi penyelenggaraan Parlemen Remaja 2025

KOSADATA - Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI, Desy Ratnasari, mengapresiasi penyelenggaraan Parlemen Remaja 2025 sebagai langkah inovatif untuk mengenalkan proses politik dan kehidupan parlemen kepada generasi muda. Ia menilai, program tersebut mampu memupuk antusiasme, pemikiran kritis, serta semangat berpartisipasi politik di kalangan pelajar.

“Program ini sangat baik dan inovatif. Parlemen Remaja memungkinkan anak-anak memahami situasi di parlemen dan menerima pengetahuan melalui metode yang sesuai dengan gaya belajar mereka,” ujar Desy usai menghadiri kegiatan Parlemen Remaja di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (5/11/2025).

Menurut Desy, para peserta menunjukkan semangat tinggi, rasa ingin tahu besar, serta kemampuan berpikir kritis yang patut diapresiasi. Ia berharap program ini dapat melahirkan generasi politikus Indonesia yang lebih berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Semoga ini menjadi awal dari lahirnya penerus politikus Indonesia yang lebih baik, lebih memberikan manfaat bagi masyarakat, serta mampu membangun Indonesia semakin maju di masa depan. Ini adalah bibit-bibit baik bagi generasi bangsa,” ungkapnya.

Lebih jauh, Desy menyoroti pentingnya literasi digital bagi generasi muda. Menurutnya, para pelajar kini hidup di era digital dan sudah sangat akrab dengan media sosial, sehingga perlu dibekali pemahaman untuk menggunakan teknologi secara bijak.

“Kita sebagai orang tua dan pemangku kebijakan harus menyediakan payung hukum yang melindungi mereka, agar bijak dalam bermedia sosial dan tidak menjadi korban penyalahgunaan teknologi, termasuk kecerdasan buatan,” tegas politisi Fraksi PAN tersebut.

Ia pun mendorong parlemen untuk memperkuat regulasi terkait pemanfaatan AI dan aktivitas digital. Desy menilai, kebijakan tersebut penting agar generasi muda memahami batas etika dan hukum dalam ruang digital,


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0