Firman Soebagyo: Stop Impor Garam, Beri Petani Kita Alat Produksi!

Restu Hanif
Feb 17, 2026

Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo. Foto: ist.

KOSADATA - Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo mendesak pemerintah untuk memberikan sistem produksi yang modern dan adil bagi Petani garam Indonesia demi melepaskan ketergantungan terhadap impor garam dari luar negeri, seperti Australia.

Firman menilai, ketergantungan pasokan garam dari Australia dengan harga yang lebih murah bukan karena kualitas Petani lokal lebih rendah, melainkan karena negara gagal menghadirkan sistem produksi yang modern dan adil bagi Petani.

“Australia bisa menjual garam lebih murah karena teknologi mereka jauh lebih maju, skala produksinya besar, dan infrastrukturnya kuat. Di Indonesia, Petani dibiarkan berjuang sendiri dengan alat tradisional dan ketergantungan pada cuaca,” kata Firman dalam keterangan tertulisnya yang diterima pada Selasa, 17 Februari 2026 di Jakarta.

Firman menerangkan, sulitnya Petani garam Indonesia bersaing dengan produsen luar negeri disebabkan oleh ketimpangan metode produksi garam. Di Australia, produksi garam dilakukan dengan sistem industri berbasis penguapan air laut dalam kolam-kolam besar, menggunakan manajemen modern dan dukungan infrastruktur negara. Air laut dipompa ke tambak raksasa, diuapkan oleh sinar matahari, lalu dikristalkan dan dipanen dengan efisiensi tinggi.

Sementara itu, di Indonesia, mayoritas Petani garam masih bergantung pada metode konvensional yang rentan hujan, tanpa teknologi pemurnian, tanpa gudang penyimpanan memadai, dan tanpa jaminan harga.

Petani kita disuruh bersaing dengan produk industri asing, tapi negara tidak pernah memberikan senjata yang setara. Ini bukan soal kemampuan Petani, ini soal keberpihakan negara,” ujarnya.

Firman menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak hanya memprihatinkan bagi para Petani, namun juga turut berdampak pada terancamnya kemandirian pangan


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0