Proyek pembangunan Bendungan Way Apu di Pulau Buru. Foto: SetwapresRI
KOSADATA — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung progres pembangunan Bendungan Way Apu di Pulau Buru, Maluku. Proyek strategis nasional (PSN) itu disebut menjadi penopang utama ketahanan pangan dan energi di kawasan timur Indonesia.
Dalam kunjungan kerjanya, Gibran meminta seluruh pihak mempercepat penyelesaian pembangunan agar manfaat bendungan segera dirasakan masyarakat.
“Bendungan Way Apu agar selesai tepat waktu dan segera memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama untuk meningkatkan kesejahteraan petani, nelayan, serta mendukung ketahanan pangan dan energi nasional,” ujar Gibran dalam keterangan Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres), Rabu, 15 Oktober 2025.
Wapres turut memberi arahan langsung kepada para pekerja dan pejabat penanggung jawab proyek. Ia menekankan pentingnya disiplin terhadap jadwal penyelesaian yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
Kepala Balai Wilayah Sungai Maluku Kementerian Pekerjaan Umum, Fery Moun Hepy, mengatakan Gibran terus memantau progres pembangunan yang ditargetkan rampung pada September 2026. “Harapan beliau agar bendungan ini bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujar Fery.
Bendungan Way Apu digadang menjadi proyek vital di Kabupaten Buru. Fasilitas ini akan mengairi sekitar 10.000 hektare sawah, menyediakan air bersih, dan mengurangi risiko banjir. Tak hanya itu, bendungan ini juga dilengkapi pembangkit listrik tenaga air (PLTA) berkapasitas 8 megawatt (MW), yang akan menjadi salah satu sumber energi baru dan terbarukan di wilayah Maluku.
Gibran berharap keberadaan bendungan tersebut dapat membuka pusat pertumbuhan ekonomi baru serta memperkuat peran Maluku dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Dalam peninjauan itu, Gibran didampingi Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Kapolda Maluku Irjen Pol. Dadang Hartanto, Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo, Bupati Buru Ikram Umasugi,
Comments 0