Hati-hati! Obesitas Bisa Sebabkan GERD

Joeang Elkamali
Jun 20, 2024

obesitas bisa menyebabkan GERD

dikonfirmasi melalui prosedur endoskopi, di mana kerusakan pada esofagus dapat terlihat.

Husin juga menekankan bahwa meskipun asam lambung dapat naik ke atas tanpa menyebabkan kerusakan, kondisi tersebut bukanlah GERD melainkan Non-Erosive Reflux Disease (NERD).

Meskipun gejalanya serupa dengan GERD, keberadaan kerusakan pada esofagus perlu dibuktikan melalui pemeriksaan medis yang tepat.

“Melalui prosedur endoskopi, tingkat keasaman lambung dapat terdeteksi dengan akurat, paparan asam lambung dapat menyebabkan kerusakan pada lambung, dan tingkat keparahannya dapat mencapai tingkat dada bahkan hingga ke tenggorokan,” ungkap Husin.

Jika seseorang mengalami gejala GERD, seperti keluhan pada bagian atas perut yang tidak mereda dengan pengobatan atau adanya riwayat muntah darah dan tinja berwarna hitam, penting untuk segera mencari bantuan medis.

“Di Unit Gawat Darurat, dokter yang bertugas biasanya sudah mengetahui tindakan yang perlu diambil untuk memastikan apakah keluhan tersebut berasal dari jantung atau dari luar jantung. Dokter juga akan merekam aktivitas jantung pasien untuk menyingkirkan kemungkinan masalah jantung,” terangnya.

Husin menekankan bahwa diagnosa dan penanganan GERD harus dilakukan secara tepat. Jika pasien tidak dapat menjalani endoskopi, terapi empiris dapat diberikan terlebih dahulu.

Namun, jika gejala masih berlanjut atau ada alarm symptom, maka endoskopi harus dilakukan sesegera mungkin untuk mengonfirmasi diagnosa dan merencanakan penanganan yang tepat.

Terapi empiris harus dilakukan selama minimal 14 hari, dan jika kondisi membaik, terapi dapat diteruskan hingga 28 hari.

“Penyakit GERD dapat menyebabkan ketidaknyamanan yang signifikan bagi penderitanya. Oleh karena itu, pemahaman yang baik tentang penyebab, gejala, dan penanganannya sangat penting bagi individu yang menderita kondisi ini,” tutupnya. ***


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0