Presiden JDF Asia Pasifik, Jazuli Juwaini. Foto: ist.
KOSADATA — Justice and Democracy Forum (JDF) Asia Pasifik menyampaikan apresiasi atas terpilihnya Indonesia yang dipegang oleh Wakil Tetap RI untuk PBB di Jenewa, Duta Besar Sidharto Reza Suryodipuro sebagai Presiden Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (Dewan HAM PBB).
Presiden JDF Asia Pasifik, Jazuli Juwaini mengungkapkan bahwa terpilihnya Indonesia sebagai pempimpin Dewan HAM PBB merupakan salah satu capaian yang besar untuk merealisasikan cita-cita menghapuskan penjajahan di dunia, ditengah bergejolaknya geopolitik global saat ini.
"Indonesia dapat menjadikan posisi Presiden Dewan HAM PBB ini sebagai jendela kesempatan untuk membangun mekanisme penegakan HAM dunia yang lebih efektif, adil, dan berkeadaban. Dunia membutuhkan kepemimpinan yang berani, berprinsip, dan berpihak pada korban ketidakadilan," kata Jazuli Juwaini dalam keterangan tertulisnya yang diterima pada Minggu, 11 Januari 2026 di Jakarta.
JDF Asia Pasifik menilai, kedudukan Indonesia saat ini menempatkan Indonesia pada posisi strategis untuk mengambil peran lebih dalam memperjuangkan semangat anti kolonialisme dan membela hak asasi manusia di seluruh belahan dunia.
"Indonesia dapat menjadikan posisi Presiden Dewan HAM PBB ini sebagai jendela kesempatan untuk membangun mekanisme penegakan HAM dunia yang lebih efektif, adil, dan berkeadaban. Dunia membutuhkan kepemimpinan yang berani, berprinsip, dan berpihak pada korban ketidakadilan," ucapnya.
Jazuli menerangkan, dengan terpilihnya Indonesia sebagai Presiden Dewan HAM PBB, akan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan organisasi pembela HAM dunia, mulai dari organisasi masyarakat sipil, lembaga kemanusiaan, hingga jaringan internasional yang berfokus pada penegakkan HAM.
"JDF Asia Pasifik memiliki misi yang sejalan dalam isu-isu HAM, pembelaan terhadap
Comments 0