Presiden Jokowi meninjau harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Johar, Karawang, Jawa Barat, Kamis (14/09/2023). Foto: BPMI Setpres/Rusman
Di sisi lain, ungkap Denny, Jokowi juga memberikan kesan baik dengan personalitasnya. Publik berpandangan Jokowi peduli pada rakyat. Kepedulian Jokowi mereka rasakan otentik, tidak dibuat- buat atau acting. Jokowi juga dinilai rendah hati dan santun. Kesan atas personalitas juga besar pengaruhnya untuk approval rating, tingkat kepuasaan publik.
"Saya sendiri punya pengalaman pribadi dengan Jokowi soal personality-nya. Pada akhir bulan Juli 2023, seorang ajudan Presiden menelfon saya. Ia menyatakan Pak Denny, bapak presiden ingin berbicara, ingin bertemu Jika pak Denny ada waktu," ungkapnya.
"Saya pun segera meluncur ke istana. Di ujung meja, Pak Jokowi duduk, sendirian. Kata pertama yang dinyatakan Jokowi: 'Maaf Mas Denny, jika ini mengganggu hari libur Mas Denny.' Saya jawab: 'Tidak sama sekali pak Presiden. Justru sebuah kehormatan jika dipanggil oleh seorang presiden'," jelas Denny melanjutkan.
Usai bicara empat mata selama 45 menit, Denny melihat Jokowi begitu santun, rendah hati, mendengar, bertanya dan mencatat. Jokowi ingin mengetahui dari sumber yang berbeda-beda soal aspirasi rakyat banyak. Jokowi merasa saya cukup mengetahui opini publik dari Aceh hingga Papua, dari hasil survei LSI Denny JA.
"Terkesan oleh saya, sikap Jokowi memang otentik. Ia terasa rendah hati, dan sangat santun, tidak dibuat- buat dalam rangka pencitraan misalnya. Itu justru menambah nilai Jokowi di mata publik. Semoga Jokowi terus seperti ini. Ia mengakhiri amanah jabatan presiden dengan Happy Ending. Ini tradisi baru, yang berbeda dengan semua Presiden Indonesia sebelumnya yang tidak berakhir dengan Happy Ending," tandasnya. ***
Comments 0