Foto: dok. DPRD DKI Jakarta
"Ini menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi DPRD, Pemprov DKI Jakarta, dan juga Kementerian Agama. Kita butuh sinergi antarlembaga agar harapan masyarakat ini bisa segera direalisasikan," tegas Subki.
Di sela-sela diskusi politik, Subki juga menyelipkan pesan moral bagi para siswa yang tampak sibuk mengabadikan momen dengan gawai mereka. Ia mengingatkan bahwa teknologi adalah pisau bermata dua.
"Teknologi harus dimanfaatkan untuk pendidikan, keterampilan, dan menambah pengetahuan. Jangan sampai digunakan untuk hal-hal yang merugikan diri sendiri maupun orang lain," pesannya.
Kunjungan hari itu ditutup dengan sesi foto bersama di bawah potret resmi pemimpin negara, meninggalkan harapan di benak para siswa Al-Muhajirin bahwa suatu saat nanti, mungkin bukan lagi sebagai pengunjung, melainkan sebagai wakil rakyat yang benar-benar membawa perubahan bagi dunia pendidikan Islam di Jakarta.***
Berita terkini lainnya bisa diikuti melalui kanal Google News KOSADATA.
Comments 0