Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan. Foto: ist.
Dengan contoh tersebut, Iwan pun menegaskan bahwa dalam dalam sirkulasi politik, tidak ada teman atau dukungan yang abadi, melainkan kepentinganlah yang abadi.
“Dengan disusupkannya Projo di jantung kekuasaan dan jika Budi Arie benar-benar masuk Gerindra, langkah itu bagian dari upaya mengamankan agenda politik dari dalam, sekaligus memantau dinamika politik hingga menjelang 2029,” pungkas Iwan Setiawan.***
Update terus berita terkini KOSADATA di Google News.
Comments 0