Petugas PLN ketika melakukan pengecekan pada tower transmisi demi menjaga keandalan listrik di Desa Tengatiba, Kec. Aesesa Selatan, Kab. Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Foto: dok. PLN
Aplikasi tersebut terintegrasi langsung dengan Virtual Command Center (VCC) dan Pelayanan Teknik (Yantek) Mobile, yang memungkinkan penanganan gangguan listrik secara cepat dan efisien.
“Lima tahun lalu keluhan soal lambatnya respons gangguan masih banyak. Kini, pelanggan bisa langsung lapor lewat PLN Mobile dan petugas kami di lapangan bisa langsung terhubung lewat sistem terintegrasi,” tutur Darmawan.
Lonjakan jumlah pengguna PLN Mobile juga berdampak positif terhadap rating aplikasi di Playstore, yang hingga kini bertahan di angka 4,9.
Darmawan optimistis, tren positif ini akan terus berlanjut dan mendorong PLN memperkuat keandalan layanan sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
“Ke depan, kami akan terus menjaga stabilitas pasokan listrik, meningkatkan layanan pelanggan, dan memastikan PLN menjadi institusi strategis negara yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.***
Comments 0