Pendaki gunung atau alam terbuka lainnya harus bisa mengatur ritme dengan baik. Foto: dok Iden Wildensyah
When we love, we always strive to become better than we are. When we strive to become better than we are, everything around us becomes better too. (Paulo Coelho)
Saya ingat seorang anak bernama Santiago dalam buku ‘The Alchemist’ karangan Paulo Coelho yang melakukan perjalanan panjang melintasi gurun untuk mengejar mimpinya. Santiago mempunyai sebuah mimpi yang mana hal tersebut sesudah ia perkirakan dari seorang peramal yang mengatakan bahwa dirinya akan menemukan dan mendapatkan sebuah harta karun yang tidak ada habisnya apabila dipakai sebanyak tujuh turunan sekalipun.
Saya membayangkan menjadi Santiago ketika melakukan perjalanan. Bertemu dengan orang baru dan menggali informasi perihal harta karun. Bertemu dengan legenda-legenda hidup yang senang berbagi tentang banyak hal.
Siang itu saya bertemu Abah Ozz disela kegiatan kemping di Bandung Utara dekat tempat latihan militer. Beliau adalah seorang legenda hidup yang sudah malang melintang dalam kegiatan di alam terbuka.
Keahliannya dalam membuat api sudah teruji. Banyak kegiatan pelatihan yang sudah difasilitasinya. Membuat api dari berbagai media seperti batu, logam, dan kayu. Abah Ozz juga membuka pikiran saya untuk belajar dan berlatih kembali. Mengasah diri dengan terus berlatih dan berlatih.
Dari obrolan ringan, candaan, dan cerita seputar kehidupan, saya mengambil harta karun — harta karun yang ia tebarkan. Untuk hal ini saya sangat menaruh hormat pada beliau.
Inilah beberapa beberapa harta karun yang saya tangkap darinya. Sebuah pelajaran penting bagi siapapun yang bisa mengambil maknanya. Ditemani secangkir kopi pahit ditambah hangatnya api unggun, Abah Ozz menyampaikan beberapa hal penting yang antara lain sebagai berikut.
Puncak bukan tujuan
Comments 0