Breaking
|
Di Hadapan 150 Negara, BKSAP DPR Kecam Serangan Israel yang Tewaskan 3 Prajurit TNI di Lebanon
Paskah 2026, Momentum Warga Jakarta Perkuat Toleransi
Ledia Hanifa: Hasil TKA Harus Jadi Dasar Intervensi Kebijakan Pendidikan
Taufik Zoelkifli: BUMD Pangan Kunci Jakarta Selamat dari Ancaman El Nino
Gelar BUMD Leaders Forum, Pemprov DKI Jakarta Dorong Peran BUMD Sebagai Pilar Ekonomi
Antisipasi Dampak Geopolitik, Surahman: Keamanan Jemaah Haji 2026 Harus Jadi Prioritas Utama
Soroti Kasus Kekerasan Seksual Jakarta, DPRD: Kita Gagal Lindungi Masa Depan Bangsa
Mampu Hancurkan Polutan Bandel, BRIN Teliti Katalis FeSi
Es Abadi Puncak Jaya di Ambang Punah? Pakar UGM Ungkap Data Terbaru
Harga BBM Nonsubsidi Naik, Pertamax Turbo Tembus Rp19.400 per Liter
BERANDA
KIWARI
NASIONAL
POLITIK
MEGAPOLITAN
HUKUM
KETAHANAN
MILENIAL
EKONOMI
INFRASTRUKTUR
ENERGI
KORPORASI
INVESTASI
RAGAM
DESTINASI
SENI BUDAYA
LIFESTYLE
KULINER
SISI LAIN
TEROKA
LENSA
OLAHRAGA
TEKNO
OPINI
MILENIAL
BERANDA
KIWARI
NASIONAL
POLITIK
MEGAPOLITAN
HUKUM
KETAHANAN
MILENIAL
EKONOMI
INFRASTRUKTUR
ENERGI
KORPORASI
INVESTASI
RAGAM
DESTINASI
SENI BUDAYA
LIFESTYLE
KULINER
SISI LAIN
TEROKA
LENSA
OLAHRAGA
TEKNO
OPINI
MILENIAL
×
Contact Information
Jl Kendal No 1 Bendungan Hilir, Menteng Jakarta Pusat 10310
contact@kosadata.com
081295875562
Home
KIWARI
HUKUM
Saham Mintarsih Diduga Dihilangkan, Konflik Lama Blue Bird Kembali Disorot
Saham Mintarsih Diduga Dihilangkan, Konflik Lama Blue Bird Kembali Disorot
Abdillah Balfast
Dec 17, 2025
HUKUM
Mintarsih salah satupendiri Blue Bird mengaku sahamnya dihilangkan
<
p
><
strong
>
KOSADATA
strong
> -
Salah
satu
pendiri
sekaligus
pemegang
saham
awal
Blue
Bird
Group
,
Mintarsih
,
membongkar
dugaan
praktik
penghilangan
saham
yang
disebutnya
dilakukan
secara
sistematis
dan
sarat
manipulasi
hukum
.
Ia
menilai
rangkaian
peristiwa
tersebut
mencerminkan
tidak
berjalannya
supremasi
hukum
dalam
sengketa
kepemilikan
saham
perusahaan
transportasi
besar
tersebut
.
p
><
p
>
Mintarsih
menjelaskan
,
sejak
awal
pendiriannya
,
Blue
Bird
dibangun
oleh
empat
kelompok
keluarga
besar
.
Namun
,
seiring
waktu
,
kelompok
-
kelompok
tersebut
tersingkir
secara
bertahap
hingga
kepemilikan
perusahaan
terkonsentrasi
pada
segelintir
pihak
,
yakni
keluarga
Purnomo
,
keluarga
Chandra
,
serta
Gunawan
Selanjutnya
1
2
3
4
5
6
7
8
Related Post
POLITIK
Di Hadapan 150 Negara, BKSAP DPR Kecam Serangan Israel yang Tewaskan 3 Prajurit TNI di Lebanon
Apr 18, 2026
NASIONAL
Ledia Hanifa: Hasil TKA Harus Jadi Dasar Intervensi Kebijakan Pendidikan
Apr 18, 2026
POLITIK
Antisipasi Dampak Geopolitik, Surahman: Keamanan Jemaah Haji 2026 Harus Jadi Prioritas Utama
Apr 18, 2026
MEGAPOLITAN
Soroti Kasus Kekerasan Seksual Jakarta, DPRD: Kita Gagal Lindungi Masa Depan Bangsa
Apr 18, 2026
NASIONAL
Es Abadi Puncak Jaya di Ambang Punah? Pakar UGM Ungkap Data Terbaru
Apr 18, 2026
NASIONAL
Geger IGRS Disorot! Pemerintah Investiasi Sistem Rating Gim
Apr 18, 2026
Post a Comment
Submit
Comments
0
Comments 0