Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto. Foto: ist.
KOSADATA - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menyatakan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan generasi penerus bangsa, namun juga turut menggerakkan roda perekonomian dan pendidikan nasional.
Ia menilai, keberhasilan program MBG tersebut tak terlepas dari sinergitas yang terbangun antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
“MBG ini didesain bukan hanya untuk fokus pada kesehatan, tetapi juga pemberdayaan perekonomian dan pendidikan. Nah, karena itu Kemendagri fokusnya adalah untuk memastikan agar Bapak-Ibu, para kepala daerah semua ini terus bersinergi,” kata Bima dalam keterangan tertulisnya yang diterima pada Jumat, 20 Februari 2026 di Jakarta.
Untuk menjaga keberhasilan tersebut, Bima menekankan pentingnya tata kelola program MBG dilaksanakan secara terukur, terkoordinasi, dan terintegrasi antara pemerintah pusat dan daerah.
Pemerintah pusat melalui Kemendagri, terangnya, bertugas dalam memastikan para kepala daerah terus bersinergi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) serta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh daerah.
Sementara Pemda, lanjut Bima, memiliki 17 peran dalam mendukung program MBG, yang diantaranya adalah penguatan ekosistem, keamanan pangan, pendataan penerima manfaat, serta edukasi dan pemantauan kesehatan.
Bima juga mengungkapkan bahwa saat ini, Kemendagri tengah menyusun Surat Edaran (SE) sebagai pedoman teknis bagi kepala daerah untuk menjalankan peran Pemda secara lebih terstruktur dan terukur.
“Agar juga Dinas atau OPD yang lain bisa dilibatkan di sini. Bukan hanya Dinas Kesehatan, tetapi juga lembaga ketahanan pangan, dan juga berkoordinasi dengan BPOM. Jadi Surat Edaran dari Pak Mendagri ini nanti akan fokus pertama ke SLHS yang lebih detail, yang kedua adalah penguatan rantai pasok,”
Bima memastikan, target
Comments 0