Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto (memakai rompi hijau dan topi) meninjau lokasi terdampak pergerakan tanah di kampung Cigintung, Desa Pasirmunjul, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Foto: dok. BNPB
“Jika lahannya dinyatakan aman, pemerintah akan bantu bangunkan rumahnya. Prosesnya kita usahakan secepat mungkin,” kata Suharyanto.
Hasil kajian tim tanggap darurat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menunjukkan area berisiko tinggi pergerakan tanah di Kampung Cigintung bertambah luas.
Jika sebelumnya area rawan hanya sekitar 2 hektar, kini meluas menjadi 10 hektar. Dua titik paling rawan berada di sisi barat daya seluas 4 hektar dan timur laut seluas 6 hektar.
Kepala PVMBG Hadi Wijaya menjelaskan, kondisi tanah di wilayah tersebut terdiri dari lapisan pasir tufaan berpori tinggi di atas lapisan serpih kedap air yang mudah menjadi plastis saat jenuh air.
Kondisi ini diperparah oleh curah hujan tinggi, sistem drainase yang buruk, lereng curam, serta vegetasi yang tidak mendukung kestabilan lereng.
Sejak peristiwa utama pada 20 April 2025, pergerakan tanah susulan tercatat terjadi tiga kali, yakni pada 23 April, 19 Mei, dan 12 Juni 2025.
“pergerakan tanah masih bisa terjadi sewaktu-waktu, terutama jika hujan deras turun di area ini,” kata Hadi.
Pemerintah Kabupaten Purwakarta menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Gerakan Tanah selama 14 hari, mulai 16 Juni hingga 1 Juli 2025. BNPB juga mengimbau warga di sekitar zona rawan untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak memasuki kawasan bahaya dengan alasan apapun.
Kendaraan bertonase berat juga dilarang melintas di jalan yang berada di atas gawir mahkota longsoran demi menghindari risiko tambahan.***
Comments 0