Foto: dok. KemenPU
KOSADATA - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menuntaskan pembangunan dua unit Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kawasan perbatasan Indonesia–Timor Leste, sebagai bagian dari penguatan layanan dasar dan pemerataan pembangunan.
Dua fasilitas tersebut masing-masing berada di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Wini, Kabupaten Timor Tengah Utara, dan PLBN Motamasin, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kehadiran SPPG ini ditujukan untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
SPPG di PLBN Wini dibangun di atas lahan seluas 1.408,63 meter persegi. Sementara itu, SPPG di PLBN Motamasin berdiri di atas lahan 1.469,12 meter persegi.
Menteri PU, Dody Hanggodo, mengatakan pembangunan fasilitas ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
“Program MBG adalah amanat Presiden Prabowo Subianto untuk mencetak generasi Indonesia yang sehat dan cerdas. Program ini juga mendorong ekonomi lokal dengan melibatkan petani, nelayan, dan UMKM,” ujar Dody dalam keterangan resmi, Senin, 20 April 2026.
Ia menegaskan, pembangunan SPPG difokuskan pada wilayah dengan kebutuhan layanan gizi tinggi, termasuk kawasan perbatasan. Langkah ini disebut sebagai bentuk kehadiran negara dalam menjamin akses pangan bergizi bagi masyarakat.
“Ini menjadi bentuk nyata kehadiran negara dalam memastikan akses gizi yang layak, menjaga stabilitas harga, serta menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat perbatasan,” ujarnya.
Kedua fasilitas tersebut dilengkapi sarana pendukung sesuai standar kebersihan dan keberlanjutan, mulai dari dapur utama, ruang penyimpanan bahan makanan, area pencucian, gudang, jaringan air bersih, hingga instalasi pengolahan air limbah (IPAL).
Selain itu, tersedia pula infrastruktur penunjang seperti tempat pembuangan sampah, ruang panel, area parkir,
Comments 0