Gempa M7,4 Guncang Jepang, KBRI Tokyo Buka Hotline Darurat untuk WNI!

Widihastuti Ayu
Apr 20, 2026

Foto: KBRI Tokyo

KOSADATAKedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo terus memantau kondisi warga negara Indonesia (WNI) di Jepang menyusul gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 yang mengguncang pantai timur Prefektur Iwate, Senin (20/4/2026).

Gempa terjadi pada kedalaman 10 kilometer di bawah laut dan berdampak pada sejumlah wilayah di Jepang bagian utara, termasuk Prefektur Iwate, Aomori, dan sebagian Hokkaido.

Badan Meteorologi Jepang atau Japan Meteorological Agency (JMA) segera mengeluarkan peringatan tsunami (tsunami warning) untuk tiga prefektur tersebut tak lama setelah gempa terjadi.

Koordinator Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Tokyo, Muhammad Al Aula, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan otoritas setempat guna memantau perkembangan situasi, termasuk potensi ancaman tsunami.

KBRI Tokyo terus melakukan koordinasi dengan otoritas terkait untuk memantau situasi terkini terkait gempa bumi dan ancaman tsunami. Seiring dengan itu, pemantauan kondisi WNI juga dilakukan melalui komunikasi berkala dengan simpul-simpul masyarakat,” ujar Al Aula dalam keterangannya, Senin, 20 April 2026.

Ia menambahkan, hingga saat ini belum ada laporan WNI yang terdampak gempa tersebut. Meski demikian, KBRI mengimbau seluruh WNI untuk tetap waspada dan mengikuti arahan pemerintah setempat.

“Kami imbau kepada teman-teman WNI agar tetap tenang dan terus memonitor perkembangan tsunami warning serta mengikuti imbauan dari pemerintah setempat,” ujarnya.

KBRI juga mengingatkan WNI untuk menjauhi wilayah pesisir dan tidak melakukan aktivitas di perairan. Jika diperlukan, WNI diminta segera melakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman sesuai instruksi otoritas Jepang.

Selain itu, WNI diimbau menyiapkan tas darurat yang berisi perlengkapan penting seperti senter, powerbank, uang tunai, makanan, dan air minum. Komunikasi antar sesama WNI serta dengan keluarga


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0