BRIN: Tujuan Utama PLTSa Bukan untuk Listrik, Tapi Kurangi Volume Sampah

Ida Farida
Apr 17, 2026

Foto: dok. BRIN

listrik,” ujar Wiharja.

Meski berbasis pembakaran, ia memastikan sistem PLTSa dirancang dengan standar lingkungan ketat. Teknologi pengendalian emisi diterapkan melalui pendinginan gas buang, injeksi bahan kimia, hingga penyaringan udara.

Selain itu, residu pembakaran berupa abu dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan konstruksi seperti conblock dan genting. Sistem ini juga dilengkapi instalasi pengolahan air limbah.

Pengembangan PLTSa di Indonesia sendiri telah dimulai sejak 2017. Salah satu implementasinya berada di TPA Bantargebang yang dikelola Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Fasilitas di Bantargebang masih berskala kecil, sekitar 100 ton per hari, dan listriknya digunakan untuk kebutuhan internal,” kata Wiharja.

Ia berharap, ke depan teknologi ini dapat diperluas untuk menjawab persoalan sampah sekaligus mendukung transisi energi yang lebih berkelanjutan.***

Berita terkini lainnya bisa diikuti melalui kanal Google News KOSADATA.


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0