Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi beberkan strategi digitalisasi UMKM. Foto: Kemenkominfo
Menkominfo menjelaskan beberapa langkah yang ditempuh untuk mengembangkan kapasitas produsen lokal pelaku UMKM. Bahkan, Kementerian Kominfo melibatkan banyak stakeholder untuk mendampingi sekitar 30 juta UMKM yang harus masuk dalam ekosistem digital.
“Pertama kali, percepatan pembangunan infrastrukturnya dulu, harus merata ke seluruh daerah, termasuk 3T. Kedua, pelatihan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), dan pendampingan proses sertifikasi halal. Dengan sertifikasi halal supaya lebih mudah diterima di pasar. Ketiga, pemanfaatan aplikasi toko online mandiri BumDes Smart bagi UMKM lokal dan BumDes di daerah 3T,” tuturnya.
Menurut Menteri Budi Arie, Kementerian Kominfo secara khusus melakukan pelatihan dan pendampingan adopsi teknologi digital kepada 30.000 pelaku UMKM sektor pengolahan di 15 kawasan prioritas. Selain terus memastikan pembangunan infrastruktur pendukung terpenuhi, pemerintah juga terus mendorong pelaku UMKM untuk lebih mahir memanfaatkan digitalisasi dalam berbisnis.
“Program adopsi teknologi digital ini sudah diluncurkan sejak tahun lalu. Tujuannya untuk memberdayakan UMKM melalui peningkatan adopsi teknologi digitaldalam rantai pasok di 15 kawasan prioritas,” ujarnya.
Sementara itu, disisi konsumen, Pemerintah memiliki Program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) yang diharapkan bisa turut mendukung literasi digital para pelaku usaha serta meningkatkan kebanggan untuk mengonsumsi produk lokal.
“Gernas BBI punya misi untuk mendorong artisan, UMKM untuk memanfaatkan teknologi digital.
Comments 0