Sugiyanto, Ketua Himpunan Masyarakat Nusantara. Foto: ist
Sejak 1988, China bangkit jaya,
Tapi Reformasi di sini, apa hasilnya?
Reformasi katanya membawa perubahan,
Nyatanya korupsi tetap merajalela di semua lapisan.
Ini negeri milik siapa sebenarnya?
Segelintir orang kuasai tanah dan harta.
Ratusan hektar dan triliunan rupiah,
Dari mana asalnya? Siapa yang bisa menjawabnya?
Dulu tanah raja dan sultan diserahkan,
Untuk negara, demi rakyat sejahtera.
Tapi kini, rakyat hanya harus wajib bayar pajak,
Pembangunan bergantung pajak dan utang negara.
Seharusnya rakyat tak perlu membayar pajak,
Jika kekayaan negeri diolah dengan bijak.
Hasil bumi Nusantara melimpah luar biasa,
Cukup untuk membuat rakyat bahagia.
(Outro)
Enaknya, enaknya koruptor di Nusantara,
Hidup nyaman di balik tirai harta.
Namun suara rakyat takkan pernah padam,
Untuk keadilan, kita akan bantu negara kejar koruptor meski harus ke Antartika, kita terus berjuang
Semoga karya ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus memperjuangkan keadilan dan memberantas korupsi yang merugikan bangsa. Sejatinya saya membuat dalam bentuk puisi, tetapi saya lebih ingin menjadi sebuah lagu. Saya menantikan tanggapan serta saran dari berbagai pihak untuk menyempurnakan lagu ini.***
Comments 0