ETOS Indonesia: Program Makan Bergizi Gratis Sarat Rente, Desak Audit Menyeluruh dan Evaluasi Total

Abdillah Balfast
Jan 19, 2026

Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute, Iskandarsyah

KOSADATA - Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute, Iskandarsyah, mendesak pemerintahan Prabowo–Gibran untuk melakukan evaluasi total terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilainya rawan penyimpangan dan berpotensi menjadi ladang korupsi bagi sejumlah pihak.

Iskandarsyah mengungkapkan, sejak awal pelaksanaannya, program MBG telah diwarnai berbagai persoalan, mulai dari dugaan praktik jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), kepemilikan dapur yang didominasi pejabat sipil, oknum TNI-Polri, hingga kelompok pengusaha tertentu, serta keberadaan yayasan yang diduga hanya berfungsi sebagai pengepul rente.

“Program ini sejak awal tidak transparan. Dari kepemilikan dapur, pengelolaan titik SPPG, hingga aliran dananya, semua membuka ruang konflik kepentingan,” ujar Iskandarsyah kepada wartawan, Senin (19/1/2026).

Ia menambahkan, pelaksanaan MBG justru meninggalkan catatan kelam di tengah masyarakat. Kasus keracunan makanan dilaporkan terjadi berulang kali di berbagai daerah, meskipun di setiap SPPG telah ditempatkan tenaga ahli gizi.

“Kondisi ini menunjukkan Badan Gizi Nasional (BGN) gagal mengelola program MBG secara profesional. Evaluasi seharusnya memperbaiki keadaan, bukan malah memperparah. Kasus keracunan anak-anak bangsa ini justru semakin masif,” tegasnya.

Iskandarsyah menduga, terdapat kelompok tertentu yang secara sistematis mengeksploitasi anak sekolah dan masyarakat miskin demi meraup keuntungan dari program bernilai triliunan rupiah tersebut.

Lebih lanjut, ia menyoroti kebijakan pemotongan anggaran pendidikan sebesar Rp223 triliun yang kemudian dialihkan untuk program MBG. Menurutnya, kebijakan tersebut menabrak prinsip tata kelola anggaran negara dan mengabaikan prioritas pembangunan sumber daya manusia.

“Kenapa tidak memaksimalkan anggaran pendidikan saja? Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Alih-alih memperkuat pendidikan, anggarannya justru dialihkan ke program MBG yang sarat


1 2 3

Related Post

Post a Comment

Comments 0