Partai Demokrat menggelar tahlilan untuk almarhum Renville Antonio. Foto: ist
AHY menekankan bahwa baginya kehilangan Bendum Renville bukan hanya sekadar kehilangan seorang rekan kerja, tetapi juga kehilangan seorang sahabat, saudara, rekan sesama hobi dan pejuang partai, yang selalu mengabdikan dirinya dengan penuh ketulusan dan penuh keikhlasan.
“Beliau bukan hanya sosok yang berdedikasi tinggi untuk partai, tetapi juga seseorang yang memiliki kepedulian besar terhadap orang-orang di sekitarnya. Beliau selalu memikirkan kepentingan banyak orang, bahkan sering kali mengesampingkan atau mengabaikan dirinya sendiri demi kebaikan bersama. Kepergiannya telah menciptakan kekosongan yang sulit diisi, yang tidak mudah untuk tergantikan,” papar AHY.
AHY juga mengenang perjalanan bersama Bendum Renville, yang mana almarhum adalah sosok yang selalu setia mendampingi AHY, baik dalam suka maupun duka, khususnya dalam perjuangan di Partai Demokrat.
“Saya masih ingat bagaimana beliau selalu hadir dalam berbagai tantangan berat yang kami hadapi, mulai dari masa sulit pandemi Covid-19, situasi genting akibat konflik “KLB abal-abal” Partai Demokrat, hingga perjuangan di Pileg, Pilpres, dan Pilkada serentak,” kenang AHY.
“Bahkan di penghujung masa kepengurusan kami, saat kami tengah sibuk mempersiapkan Kongres ke-VI Partai Demokrat, beliau dengan sebaik mungkin mempersiapkan acara Kongres kita semua,” lanjut AHY.
AHY menjelaskan, saat ini, masih begitu banyak cita-cita mulia yang ingin almarhum wujudkan. “Insya Allah, kita yang masih diberi kesempatan akan berusaha melanjutkan perjuangannya, dan mewujudkan impian-impian itu menjadi nyata. Kini, yang bisa kita lakukan hanyalah mengiringi kepergiannya dengan doa terbaik,” jelas AHY.
“Nama Mas Renville akan selalu harum dan abadi dalam ingatan kita. Untuk itu,
Comments 0