Foto: Ist
Wakil Dekan 1 FISIP UI, Nurul Isnaeni, Ph.D yang menjadi salah satu Dosen Pendamping mengatakan, para mahasiswa tersebut merupakan teladan inspiratif bagi mahasiswa Indonesia lainnnya.
"Bahwa kolaborasi, kerja cerdas, dan Ide inovasi "The Makara" ini muncul karena Siriraj Hospital dan Mahidol University International College sebagai host kompetisi internasional Service Design Solution Competition 2023 memiliki panti wreda atau griya lansia," ungkap Nurul.
Sebagai informasi, terdapat data yang mencengangkan bahwa 95% lansia di Thailand menderita penyakit kronis, dan sebanyak 73% di antaranya berhubungan dengan nyeri. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi kualitas hidup mereka, tetapi juga membuat mereka kehilangan kemandirian.
Salah satu fitur penting dari proyek ini adalah penggunaan alat wearable yang cerdas, yang mampu memantau tanda-tanda vital serta faktor-faktor lain yang penting untuk perawatan nyeri kronik pada lansia. Dengan demikian, setiap rencana perawatan yang disusun oleh sistem AI ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasien lansia secara akurat dan dalam waktu-nyata.
Komisioner Konsil Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Konsil Tenaga Kesehatan Indonesia (KTKI) dan juga Pengajar FIA UI, Rachma Fitriati juga mengapresiasi pemilihan topik yang secara jitu menyasar isu elderly people (lansia) pada perlombaan di Thailand, sebagai negara yang telah menunjukkan keberhasilan kinerja dalam memberikan perlindungan kepada masyarakatnya. Di Thailand, nama kementerian yang menangani Kesehatan, adalah Kementerian Kesehatan Masyarakat (Ministry of Public Health), yang dengan pendekatan kesmas yang komprehensif, fokus pencegahan dan terpadu
Rachma menilai bahwa Tim ”The Makara” mampu menghadirkan solusi inovatif untuk tantangan bagi tenaga kesehatan dan tenaga medis dalam memberikan layanan kesehatan yang terbaik bagi lansia. Menurutnya, "The Makara” telah berhasil menciptakan Nawasena, Bright Future, Pain
Comments 0