Foto: ist.
KOSADATA — Uji Kompetensi Keahlian (UKK) bagi siswa SMK menjadi penentu penting untuk membuktikan kemampuan yang telah ditempa selama tiga tahun pembelajaran.
Kepala SMKN 14 Bandung, Dudi Rudiatna menyampaikan bahwa UKK bukan sekadar ujian akhir, melainkan instrumen utama untuk mengukur keterampilan nyata siswa sebelum memasuki dunia kerja.
“Yang terpenting bukan anak dapat pelajaran apa, tapi anak bisa apa. UKK menjadi bukti kemampuan mereka,” terang Dudi sebagaimana dilansir dari Jabarprov pada Senin, 20 April 2026.
Ia menambahkan bahwa sebelum pelaksanaan UKK, siswa telah melalui proses panjang berupa pelatihan dan pra-UKK. Hasilnya, mayoritas siswa dinilai sudah terampil dan mampu menyelesaikan proyek sesuai standar. Produk yang dihasilkan pun tidak hanya menjadi nilai, tetapi juga portofolio yang dapat digunakan saat melamar kerja.
Menurut Dudi, tantangan berikutnya adalah pemasaran produk. Untuk itu, melalui pelajaran kewirausahaan dan program teaching factory (TEFA), siswa dibimbing untuk mampu mempromosikan hasil karyanya.
“Melalui program TEFA, siswa didorong memasarkan produk mereka, bahkan sebagian sudah menerima pesanan dari luar. Ia mencontohkan, siswa jurusan desain dan produksi kriya keramik telah mendapatkan pesanan dari teman maupun pihak luar,” imbuhnya.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Arry Rulyawan menjelaskan bahwa pelaksanaan UKK di setiap jurusan berbasis proyek dan portofolio. Contohnya, pengecatan kendaraan pada jurusan teknik perbaikan bodi otomotif, pembuatan batik khas Bandung pada jurusan desain dan produksi kriya tekstil, produksi guci dan gelas pada jurusan kriya keramik, hingga pembuatan tas dan sepatu pada jurusan kriya kulit.
“UKK ini mengukur kompetensi akhir siswa sebelum lulus, apakah sudah siap masuk dunia kerja atau berwirausaha,” ujarnya.
Arry
Comments 0