PMJAK berunjuk rasa di depan kantor Bawaslu DKI Jakarta. Foto: ist
KOSADATA - Sekelompok massa yang tergabung dalam Petisi Masyarakat Jakarta Anti Korupsi (PMJAK) berunjuk rasa di depan gedung Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi DKI Jakarta, Jalan MT Haryono, Pancoran, Jakarta Selatan pada Jumat (22/11/2024) petang.
Selain berorasi, kedatangan mereka juga menuntut Bawaslu agar menindaklanjuti pelaporan mereka soal ada dugaan kampanye paslon Cagub-Cawagub didanai pakai uang judi online.
Ketua PMJAK Hasan Assegaf mengaku, telah menyerahkan bukti tambahan soal dugaan dana kampanye Pilkada yang bersumber dari judol kepada Bawaslu. Dia berharap kepada Bawaslu agar bisa menindaklanjuti laporannya yang dilakukan pada Kamis tanggal 14 November 2024.
"Ya, hari ini kami ada tambahan barang bukti untuk memperkuat laporan tersebut. Namun sayangnya, laporan kami ditolak oleh petugas Bawaslu," kata Hasan kepada wartawan di lokasi.
Meskipun niat menyerahkan bukti tambahan berupa foto paslon bersama sindikat judi online yang turut ditangkap dalam kasus Kementerian Komdigi, namun massa tetap semangat melakukan aksi unjuk rasa di depan Bawaslu.
Mereka tetap ngotot mendesak Bawaslu Jakarta agar melaksanakan tupoksinya untuk segera memproses laporan dugaan kampanye didanai pakai uang judi.
Adapun, pelaporan Hasan ini buntut beredarnya foto salah satu peserta Pilkada dengan sosok yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus judi online di lingkungan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Usai beredar foto tersebut, dia menduga dana kampanye yang digunakan peserta Pilkada Jakarta tersebut bersumber dari judol.
"Kami mendesak Bawaslu untuk bisa memanggil calon Wakil Gubernur nomor urut 03 untuk diperiksa,” imbuhnya.
Sementara terkait bukti tambahan yang dilampirkan hari ini, berupa surat keputusan partai politik.
Comments 0