Potret harmonisasi pengurus PD. Himi Persis Tasikmalaya raya di gelaran Musda-X
Ia juga menambahkan bahwa penguatan jejaring menjadi agenda strategis kepemimpinannya.
“Kami akan memperkuat sinergitas jejaring Himi Persis Tasikmalaya Raya dengan peta kolaborasi Pentahelix, agar pemberdayaan perempuan di Tasikmalaya Raya bisa dilakukan secara sistematis dan berdampak, sekaligus menguatkan peran perempuan dalam pembangunan daerah,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Presidium Ikatan Alumni (IKA) Hima Persis Tasikmalaya Raya, Andri Nurkamal, dalam keterangannya menyampaikan bahwa dinamika Musda X menunjukkan kedewasaan tradisi organisasi di tubuh Himi Persis Tasikmalaya Raya.
“Hal ini membuktikan keterjagaan Musyawarah Daerah di Himi Persis Tasikmalaya Raya sebagai tradisi saling mewariskan, bukan tradisi saling meninggalkan,” ujarnya.
Menurut Andri, kesinambungan visi antara kepemimpinan lama dan baru menjadi modal penting bagi keberlanjutan gerakan kader perempuan mahasiswa Persis di Tasikmalaya Raya.
Dengan berakhirnya kepemimpinan Sulistia Raharja dan dimulainya era Alya Dewi Lailatus Syabina, Himi Persis Tasikmalaya Raya menegaskan komitmennya untuk terus bertumbuh—menguat dalam kaderisasi, meluas dalam kolaborasi, dan berdampak dalam pemberdayaan perempuan serta pembangunan daerah.
Comments 0