Survei UGM: Dampak Ekonomi Libur Nataru Tembus Rp40 Triliun

Ida Farida
Jan 08, 2026

Foto: dok. UGM

KOSADATA — Tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan transportasi selama masa Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) tercatat sangat tinggi. Survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) yang dilakukan Pusat Studi Transportasi dan Logistik Universitas Gadjah Mada (Pustral UGM) menunjukkan skor 87,43 dari 100 atau masuk kategori sangat puas.

Survei tersebut melibatkan 9.999 responden di 26 provinsi terpilih. Sebanyak 90,9 persen responden memberikan penilaian positif, dengan rincian 43,9 persen menyatakan puas dan 47 persen menyatakan sangat puas.

“Hasil ini bukan sekadar angka statistik, tetapi cerminan kerja keras kolaborasi lintas sektor dalam mengawal arus mudik dan balik Nataru,” ujar Ketua Tim Kajian Pustral UGM, Prof. M. Zudhy Irawan seperti dilansir dari laman resmi UGM, Kamis, 8 Januari 2026.

Survei dilakukan pada periode 24–30 Desember 2025 dengan memotret persepsi masyarakat terhadap enam kelompok moda transportasi, yakni angkutan umum jalan, angkutan udara, kereta api, angkutan laut, angkutan pribadi (mobil dan sepeda motor), serta angkutan sungai, danau, dan penyeberangan (ASDP). Pengambilan data dilakukan di 188 simpul transportasi, mulai dari rest area, terminal, pelabuhan, stasiun, hingga bandara.

Menurut Zudhy, terdapat empat aspek utama yang menjadi indikator penilaian masyarakat, yakni prasarana, sarana, manajemen transportasi, dan kebijakan pemerintah. Perbaikan manajemen transportasi serta penguatan prasarana dinilai berkontribusi besar terhadap meningkatnya kepercayaan publik.

Tak hanya mencatat kepuasan, survei ini juga mengungkap potensi dampak ekonomi pergerakan masyarakat selama Nataru yang mencapai Rp40,29 triliun. Nilai tersebut terdiri atas Rp20,32 triliun dari sektor transportasi dan Rp19,98 triliun dari sektor nontransportasi. Dampak ekonomi itu sejalan dengan tingginya mobilitas masyarakat, yang menurut Kementerian Perhubungan


1 2 3

Related Post

Post a Comment

Comments 0