Pementasan Wayang Orang Bharata dengan lakon “Bagong Kembar” yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada Sabtu (7/3). Foto: ist.
Ia menyebutkan bahwa Jakarta memiliki kewenangan khusus untuk memprioritaskan pemajuan kebudayaan Betawi dan kebudayaan lain yang berkembang di Jakarta, mengingat karakter masyarakatnya yang multietnis dan heterogen.
“Kegiatan pementasan ini dilaksanakan secara rutin setiap bulannya, dengan total rencana sebanyak 10 kali pementasan sepanjang tahun 2026. Pementasan ini menjadi sarana yang membawa kita kembali sebagai makhluk yang bercerita dan bercermin melalui seni,” terang Rinaldi.
Rinaldi juga menambahkan, selain menyaksikan pertunjukan, para pelaku seni budaya juga dapat memanfaatkan berbagai gedung pertunjukan di bawah kelolaan UP GPSB, seperti Gedung Kesenian Jakarta, Gedung Kesenian Miss Tjitjih, Balai Budaya Condet, hingga Gedung Taman Benyamin Suaeb untuk berbagai kegiatan seni melalui skema pemanfaatan aset yang berlaku.***
Update terus berita terkini KOSADATA di Google News.
Comments 0