Bobroknya Pengawasan TransJakarta, DPRD Bongkar Sopir Pakai Identitas Palsu

Ida Farida
Sep 22, 2025

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nur Afni Sajim. Foto: ist

KOSADATA – Kecelakaan bus TransJakarta di Cakung, Jakarta Timur, terus menuai sorotan. Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nur Afni Sajim, menilai peristiwa itu memperlihatkan lemahnya sistem pengawasan di tubuh PT Transportasi Jakarta (TransJakarta).

Nur Afni mengungkapkan praktik penyalahgunaan identitas sopir masih kerap terjadi di lapangan. Kondisi ini, menurut dia, harus menjadi perhatian serius agar keselamatan penumpang tidak dikorbankan.

“Ada juga sopir namanya si A tapi orangnya bukan si A. Harusnya hari ini si A masuk, tapi A enggak bisa masuk. Nama di kartunya tetap A. Tapi orang aslinya itu bukan A. Ada yang kayak gitu di TransJakarta," ujar Nur Afni saat dihubungi di Jakarta, Senin, 22 September 2025.

Politikus Partai Demokrat itu menuding kurangnya kontrol baik dari manajemen TransJakarta maupun perusahaan operator mitra. 

“Kita kan enggak tahu juga. Itu akibat kenakalan-kenakalan dan kurangnya kontrol dari pihak TransJakarta maupun dari pihak perusahaan yang bekerjasama dengan TransJakarta,” ucapnya.

Ia menegaskan, pergantian pejabat direksi tidak akan menyelesaikan masalah. Menurutnya, sistem kontrol yang ketat mutlak diperlukan. “Makanya saya bilang, ketika ada insiden, jangan langsung reaktif ganti orang,” ujar Nur Afni.

Selain pengawasan pramudi, Nur Afni menyoroti minimnya perencanaan di lapangan. Ia meminta TransJakarta bekerja sama dengan Dinas Perhubungan untuk memastikan jalur busway dilengkapi rambu, marka, hingga CCTV. “Harus bekerja sama dengan Dinas Perhubungan untuk persiapan semaksimal mungkin rambu lalu lintasnya. Dipasang CCTV, marka jalannya, pembatasnya, begitu lho. Jadi orang pun mengemudi jadi enak juga,” jelasnya.

Evaluasi, kata Nur Afni, jangan berhenti pada formalitas. “Dan evaluasi pun juga jangan sekadar evaluasi,


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0