"Para peserta sangat antusias mengikuti acara ini, mereka mendapatkan insight dari para culinary expert. Selain strategi mendapatkan akses pembiayaan, ke depan kami akan fasilitasi pemberian materi terkait bagaimana cara meng-create money, penerapan digitalisasi bisnis, mengaplikasikan financial engineering seperti menghitung Cost of Goods Sold (COGS) dalam sebuah perusahaan,†kata Indriani.
Sementara itu, Chairman of Manan Foundation, Robert Manan, menyampaikan saat ini pengusaha kuliner Indonesia di luar negeri masih berjuang untuk pulih dari dampak pandemi COVID-19.
Bantuan fasilitasi akses pembiayaan dari Kemenparekraf/Baparekraf merupakan salah satu bentuk dukungan kepada pengusaha kuliner Indonesia di luar negeri.Â
“Rintangan terbesar adalah masih minimnya _branding_ makanan Indonesia, sedangkan potensi masakan Indonesia begitu luas. Untuk jangka menengah dan panjang pembukaan restoran Indonesia di luar negeri terlihat sangat prospektif, karena branding nama Indonesia mengalami kemajuan khususnya di masa pemerintahan Bapak Jokowi saat ini,†kata Robert.Â
“Nama Indonesia telah melambung tinggi dan menjadi salah satu negara dalam G20, bahkan kedepannya diprediksi ekonomi Indonesia akan masuk dalam 10 besar negara dunia, dan berharap melalui program Indonesia Spice Up The World (ISUTW) dapat mempercepat kuliner Indonesia yang mendunia,†lanjut Robert Manan.
Di sisi lain, President Director PT.Aji Caraka Optima, Prof.Adji Hoesodo menyampaikan bahwa pemerintah melalui Kemenparekraf/Baparekraf, perlu mengatasi tantangan yang ada dengan mendorong semua pemangku kepentingan untuk mendukung para pelaku bisnis kuliner di luar negeri.
Dengan demikian, mereka dapat lebih mudah mendapatkan modal mengingat keterbatasan APBN Indonesia.
“Dalam pengembangan bisnis
Comments 0