Koperasi Merah Putih diyakini bisa meningkatkan produksi dan distribusi hasil perikanan. Foto: ist
KOSADATA – Pemerintah mendorong penguatan ekonomi pesisir melalui peluncuran program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdeskel) yang dipadukan dengan program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menyatakan optimistis bahwa keberadaan Kopdeskel Merah Putih akan meningkatkan produksi dan distribusi hasil perikanan, sekaligus mendorong konsumsi ikan nasional, khususnya di kalangan generasi muda.
"Memperkuat ekonomi nelayan dan pembudidaya melalui Kopdeskel Merah Putih berarti juga memperkuat kesehatan anak-anak Indonesia," ujar Trenggono dalam keterangannya, Rabu, 23 Juli 2025.
Menurut Trenggono, koperasi tersebut akan menjadi motor penggerak usaha di tingkat desa pesisir dan kawasan budidaya.
KKP turut mengintegrasikan berbagai fasilitas penunjang, mulai dari gudang beku, pabrik es, kendaraan berpendingin, hingga sentra kuliner ikan, demi menjaga mutu produk perikanan dan memperluas akses pasar.
Presiden Prabowo Subianto turut hadir dalam peluncuran Kopdeskel Merah Putih di Klaten, Jawa Tengah, Senin (21/7). Dalam pidatonya, Presiden Prabowo mengajak masyarakat untuk rutin mengonsumsi ikan sebagai sumber protein utama.
"Desa nelayan akan punya pendingin yang lebih besar untuk bikin es dan menjaga ikan. Ini untuk rantai distribusi. Saya ingin tiap keluarga harus makan protein yang cukup. Kalau bisa, ikan yang nilai proteinnya lebih baik," ucap Presiden.
Prabowo menekankan pentingnya menjaga kualitas produk perikanan dari hulu ke hilir. Setiap desa ditargetkan memiliki cold storage dan pabrik es sebagai upaya menjamin mutu dan daya simpan hasil laut serta budidaya perikanan.
Dengan tersedianya fasilitas ini, pemerintah berharap hasil tangkapan dan budidaya ikan tidak hanya memenuhi kebutuhan konsumsi lokal, tetapi juga membuka peluang ekspor dan memperluas pasar domestik. "Ikan kita kaya, sehat, dan
Comments 0