Oleh: Fuad HisyamudinÂ
Sekretaris DPD HILLSI Jawa BaratÂ
Â
Jumat, 2 Juni 2023, pukul setengah tujuh pagi, ia masih menyapa kami melalui grup WhatsApp dengan sapaan yang khas, kadang disisipkan foto atau video.
Â
Seperti di Jumat pagi itu, ia mengirimkan video berdurasi 02.07 menit tentang pekerjaan yang akan segera digantikan oleh Artificial Intelligence (AI), lengkap dengan keterangannya.
Â
"Di masa depan, yang lebih berperan adalah AGI (Artificial General Intelligence), AI yang memiliki kecerdasan seperti manusia dan dapat memahami segala sesuatu layaknya manusia.
Â
Bila AGI sudah mulai dioperasikan, maka seluruh pekerjaan bisa dipastikan akan dilakukan oleh AGI, baik untuk ilmu sosial, kesehatan, maupun teknik. Bayangan saya nih ya, di masa depan, tidak ada lagi perusahaan yang akan menerima karyawan sebagai tenaga kerja, karena semua bisa dilakukan oleh AGI dengan hasil yang jauh lebih cepat, lebih presisi, lebih praktis, lebih baik, dan lebih murah ketimbang tenaga kerja manusia.
Â
Lantas, apa yang bisa dilakukan oleh tenaga kerja manusia?
Â
Inilah yang harus dipikirkan sejak sekarang. Jadi, janji seorang pemimpin bukan akan membuka lapangan kerja seluas-luasnya, tetapi membangun bisnis yang bisa dilakukan oleh tenaga kerja manusia guna membangun perekonomian masyarakat.
Â
Apakah itu?
Â
Itu yang harus kita pikirkan bersama mulai hari ini," begitu ia menulis.
Â
Saya merenung membaca tulisan itu. Tiba-tiba benak menjadi sesak oleh banyak tanya: apa iya, bagaimana bisa, harus melakukan apa, benarkah itu, siapa yang mesti berperan, apa saja yang harus disiapkan, kapan?
Â
Semua pertanyaan yang masih menggantung di langit pikir itu seketika berganti suasana dengan masuknya pesan singkat ke dalam grup percakapan maya. Pesan di hari yang sama, pukul sembilan malam.
Â
"Innalilahi wainnailaihi rojiun.
Comments 0