18 Desa di Nagekeo Terisolasi imbas Banjir Bandang, 5 Warga Hilang

Yan Aminah
Sep 10, 2025

Foto: ist

tidak bernyawa, dua orang luka-luka, dan lima lainnya masih dalam pencarian. Hasil kaji cepat Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB mencatat ketiga korban tewas merupakan satu keluarga yang terjebak banjir bandang di sebuah pondok di tepi Sungai Malasawu.

Korban meninggal telah dievakuasi dan dibawa ke puskesmas sebelum diserahkan kepada kerabat. Sementara itu, tim gabungan dari BPBD Nagekeo, Basarnas, TNI, Polri, relawan, dan warga terus melakukan pencarian terhadap empat orang yang masih hilang. Cuaca yang tidak menentu membuat operasi SAR berjalan lambat, meski semangat tim di lapangan tetap tinggi.

banjir bandang di Mauponggo juga menyebabkan kerusakan material: satu rumah hanyut, dua kantor pemerintahan terdampak, tiga ruas jalan tertutup longsor, dua jembatan rusak, serta lahan sawah, perkebunan, dan ternak ikut terendam. Pendataan kerugian masih terus berlangsung.

Prakiraan Cuaca dan Waspada Bencana Susulan

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan wilayah Nagekeo masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada 10–11 September. Kondisi ini berisiko memicu banjir susulan dan tanah longsor.

BNPB mengimbau warga, terutama di Mauponggo, meningkatkan kewaspadaan. Karakteristik banjir di daerah perbukitan membuat air sungai dapat berubah keruh dan menggelora dalam waktu singkat, apalagi jika hulu sungai diguyur hujan deras dengan durasi lama. Risiko banjir bandang makin besar bila vegetasi hulu dan lereng perbukitan rusak.

Secara geografis, Mauponggo berada di pesisir selatan Nagekeo, dengan kontur perbukitan di utara yang menjadi hulu sungai. Permukiman penduduk banyak berada di lereng, jalur aliran sungai, hingga pesisir Laut Sawu. Kondisi ini membuat mitigasi bencana menjadi mendesak.

Mitigasi struktural seperti perbaikan vegetasi di


1 2 3

Related Post

Post a Comment

Comments 0