Antisipasi Krisis Kelistrikan, ITPLN Libatkan Belasan Pusat Riset untuk Kaji Virtual Power Plant

Restu Hanif
Apr 15, 2026

Foto: ist.

KOSADATA — Institut Teknologi PLN (ITPLN) menggerakkan sedikitnya 11 pusat riset di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) untuk menyusun strategi pengembangan virtual power plant (VPP) di Indonesia. Langkah ini muncul dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema “Peran Pusat Riset ITPLN dalam Penyusunan Strategi dan Implementasi Virtual Power Plant di Indonesia” yang digelar di kampus ITPLN, Rabu 15 April 2026.

Wakil Rektor IV ITPLN, Ahsin Sidqi menegaskan bahwa VPP menjadi krusial di tengah ancaman krisis energi global dan potensi gangguan infrastruktur kelistrikan.

“Dalam konflik global, yang pertama diserang adalah infrastruktur energi. Kalau sampai jaringan terganggu, dampaknya bisa seperti blackout,” ujar Ahsin saat membuka forum tersebut.

Ia mengingatkan pengalaman Indonesia saat blackout Agustus 2019 dan pandemi COVID-19, di mana operasional pembangkit tetap berjalan meski banyak operator terdampak. Menurutnya, penerapan sistem digital dan kendali jarak jauh menjadi pelajaran berharga untuk menjaga keandalan listrik nasional.

“Ke depan, masyarakat dan industri tidak bisa lagi bernegosiasi dengan pemadaman listrik,” katanya.

Kepala LPPM ITPLN, M Sofyan menyatakan FGD ini merupakan langkah awal konsolidasi riset VPP secara kolektif. Peserta dibagi ke dalam tiga kelompok diskusi untuk merumuskan rekomendasi strategis.

“Kami membagi peserta ke dalam tiga kelompok diskusi untuk merumuskan rekomendasi strategis. Harapannya, hasilnya bisa berdampak luas bagi masyarakat,” kata Sofyan.

Forum ini juga akan berlanjut ke seminar nasional serta kegiatan riset lanjutan yang lebih aplikatif.

Engineer PLN Icon Plus, Edo Rizaldi mengungkapkan bahwa teknologi VPP telah diuji coba di tiga lokasi di Bali: Kantor PLN UID Bali, Rumah Dinas Gubernur Bali, dan


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0