Belanja Daerah Jakarta Seret, Banten Melaju di Atas Rata-rata Nasional

Fahmi Wahyudi
Oct 20, 2025

Foto: ist

KOSADATA — Pemerintah Provinsi Banten mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun anggaran 2025. Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), realisasi pendapatan dan belanja APBD Banten berada di atas rata-rata nasional, berbanding terbalik dengan DKI Jakarta yang mencatatkan realisasi belanja terendah se-Indonesia.

Data Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri per 17 Oktober 2025 menunjukkan, rata-rata realisasi pendapatan APBD provinsi di Indonesia mencapai 70,01 persen, sedangkan realisasi belanja rata-rata sebesar 55,59 persen.

Provinsi Banten mencatat realisasi pendapatan sebesar 70,78 persen dan realisasi belanja 57,72 persen, melampaui rata-rata nasional. Capaian ini menempatkan Banten dalam kelompok provinsi dengan pengelolaan keuangan daerah yang produktif dan berkinerja baik.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Banten, Rina Dewiyanti, menyebut capaian tersebut sebagai bukti komitmen pemerintah daerah dalam menjaga akuntabilitas dan efisiensi pengelolaan keuangan publik.

“Pemerintah Provinsi Banten terus memastikan pengelolaan keuangan daerah berjalan sesuai prinsip akuntabilitas, efisiensi, dan tepat sasaran. Capaian ini hasil kerja kolaboratif seluruh perangkat daerah,” ujar Rina kepada wartawan, kemarin.

Menurut Rina, tingginya realisasi pendapatan menandakan optimalisasi penerimaan daerah dari pendapatan asli daerah (PAD) maupun transfer pusat. Sementara capaian belanja yang di atas rata-rata nasional mencerminkan percepatan pelaksanaan program pembangunan di berbagai sektor.

“Ini menunjukkan optimalnya pelaksanaan program dan pembangunan Gubernur Andra Soni dan Wakil Gubernur Dimyati Natakusumah,” kata dia.

Berdasarkan data Kemendagri, DKI Jakarta menempati posisi salah satu provinsi dengan realisasi belanja terendah, hanya 54,87 persen, berada di bawah provinsi seperti Sumatera Barat (54,60 persen) dan Sulawesi Tengah (54,50 persen).

Sebaliknya, sejumlah provinsi lain berhasil mencatatkan kinerja di atas rata-rata nasional. Jawa Barat


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0