Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman. Foto: ist
KOSADATA — Pemerintah Provinsi Jawa Barat membidik enam isu strategis dalam penanganan kawasan perkotaan Cekungan Bandung. Salah satu sorotan utama adalah kualitas air Sungai Citarum yang hingga kini masih berada di level cemar ringan dengan indeks kualitas air sekitar 50 dari skala 100.
"Ini persoalan sumber daya air. Kualitas air bersih kita di Cekungan Bandung masih rendah. Indeks kualitas Citarum baru 50-an dari skala 100. Ini pekerjaan rumah kita bersama," ujar Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman dilansir Portal Jabar, Sabtu, 2 Agustus 2025.
Dalam Rapat Koordinasi dan Akselerasi Pengembangan Kawasan Perkotaan Cekungan Bandung di Bandung, persoalan pengelolaan sampah juga menjadi perhatian serius.
Beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti dinilai semakin berat dan memicu pencemaran sungai. Untuk mengatasi ini, Herman mendorong penerapan teknologi pengolahan sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF), seperti yang sudah berjalan di Sukabumi.
"Kuncinya pilah-pilih sejak dari rumah tangga. Sampah organik dan anorganik jangan dicampur," tegasnya.
Herman juga mengingatkan pentingnya ketegasan pemerintah daerah dalam pengelolaan sampah. Ia mengultimatum para camat dan lurah agar serius menurunkan volume sampah di wilayahnya. Target yang diberikan tegas: enam bulan.
"Berikan waktu enam bulan. Jika tidak ada progres, lakukan evaluasi jabatan," katanya.
Rapat koordinasi yang digelar di Ruang Soehoed Warnaen, Lantai 3, Bappeda Jabar, Jalan Ir. H. Juanda No. 287, Kota Bandung, ini dihadiri para sekretaris daerah dari Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Sumedang.
Dalam pertemuan tersebut, enam isu strategis yang dibahas mencakup penataan ruang perumahan dan permukiman, transportasi, sumber daya air, persampahan, tata kelola pemerintahan, serta peningkatan
Comments 0