Fajar Shiddiq, Penulis, Ketua Bidang Kaderisasi PD. Pemuda Persis kab. Tasikmalaya.
Meneguhkan Tipe Ideal Pemimpin Pemuda persis
Di tengah krisis keteladanan hari ini (tanpa terkecuali di jamiyyah Pemuda persis) kita sering menyaksikan pemimpin yang kuat secara struktural, tetapi lemah secara moral (perilaku dan perkataan); atau yang cerdas secara intelektual, tetapi tidak mampu menggerakkan masa. Maka Muktamar Pemuda persis menjadi momentum muhasabah arah gerakan: ke mana Pemuda persis akan melangkah, dan seperti apa karakter ideal sosok yang layak menakhodainya? Di sinilah Muktamar hadir.
bukan sekadar forum pergantian kepemimpinan per lima tahun sekali, tetapi membaca arah gerakan ke depan organisasi dakwah barisan muda Persis.
Dalam konstitusi jam'iyyah Pemuda persis, disebutkan bahwa Khiththah gerakan Pemuda persis ialah sebagai organisasi kader, harakah tajdid, dan bagian integral dari misi besar dakwah Persatuan Islam. Artinya, tugas dakwah jamiyyah ini adalah tugas yang tidak sederhana, bukan hadir sekedar membuat program untuk kepentingan eksistensi, tapi harus bisa menjaga tiga Khiththah tersebut.
Maka dalam posisi ini, Pemuda persis membutuhkan calon Pemimpin yg memiliki tipe Ideal mampu mewujudkan arah utama gerakannya. Sehingga keulamaan, keilmuan dan aktivisme itu seyogyanya memang menjadi syarat mutlak calon pemimpin ke depan, dan itu tidak mustahil ada dari ribuan kader yang tersebar di seantero Indonesia.
Jika dipetakan dan diuraikan bagaimana tipe ideal itu, maka saya berangkat dari penafsiran Syaikh Utsaimin terhadap penggalan doa dalam Alquran, “wa-j‘alnā lil-muttaqīna imāmā” (jadikanlah kami bagi orang-orang yang bertaqwa sebagai imam). Ayat ini menjadi standar yang Allah Swt cantumkan
Comments 0