Makin Dipercaya, BSI Salurkan Pembiayaan Berbasis Emas Hingga Rp8,05 Triliun

Bambang Widodo
Jun 08, 2024

BSI Catatkan pertumbuhan pembiayaan berbasis emas naik signifikan. Foto: Humas BSI

KOSADATA - Direktur Sales dan Distribution PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), Anton Sukarna memastikan bisnis pembiayaan logam mulia tumbuh signifikan. Bahkan, BSI mampu menyalurkan pembiayaan produk Gadai Emas dan Cicil Emas hingga mencapai Rp8,05 triliun, bertumbuh signifikan sebesar 30,50% year on year (YoY) hingga April 2024.

"Pertumbuhan impresif tersebut menunjukkan kepercayaan dan minat masyarakat yang tinggi terhadap emas sebagai instrumen investasi," ujar Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna dalam keterangannya, Sabtu (8/4/2024).

Menurut Anton, emas tetap menjadi pilihan investasi yang diminati masyarakat karena sifatnya yang safe-haven dan kemampuannya untuk melindungi nilai aset dari inflasi.

"Emas menjadi aset aman yang dicari, terutama saat eskalasi geopolitik meningkat," kata Anton menekankan.

Apalagi harga emas yang cenderung naik terutama saat kondisi makro yang cukup volatile ditandai dengan menurunnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Dalam satu tahun terakhir harga emas naik sekitar 26,2%.

Dikarenakan kenaikan harga emas maka minat masyarakat untuk melakukan gadai dan bahkan cicil emas meningkat.

Anton pun merinci, pembiayaan Gadai Emas BSI mengalami kenaikan per April 2024 dari Rp4,48 triliun menjadi Rp5,12 triliun atau naik 14,34% YoY. Sementara itu, Cicil Emas juga mengalami lonjakan signifikan dengan pertumbuhan 73,15% YoY dari Rp1,69 triliun menjadi Rp2,93 triliun.

Peningkatan pembiayaan berbasis emas ini mendorong pendapatan fee BSI dari gadai naik dari Rp237 miliar pada empat bulan pertama tahun 2023 menjadi Rp270 miliar pada empat bulan pertama tahun 2024 atau naik 14%. Dari sisi fee based, kontribusi dari unit gadai sekitar 17 persen terhadap total fee based empat bulan pertama


1 2 3

Related Post

Post a Comment

Comments 0