Pemprov Lampung lebih asyik menggunakan pendekatan persuasif, humanis, partisipatif dan lebih banyak mengedukasi. Maka perlu menyediakan forum-forum dialog dengan warga, anak-anak muda, kaum perempuan, sering turun ke desa-desa/kampung (blusukan), interaksi tatap-muka atau kehadiran bersama (Co-presence) akan memberikan makna lebih dekat dan bermakna, dekat dengan rakyat, menyediakan berbagai saluran agar rakyat bisa berkomunikasi dengan pemimpinnya, menyediakan desk pengaduan masyarakat, dll.
Para pemberi inputs kebijakan sangat membantu kerja-kerja Pemprov Lampung, maka semua saluran harus dibuka dan akomodatif. Jangan sampai memotong atau menghilangkan suara-suara dari kelompok miskin, petani, nelayan, pedagang kecil, perempuan, pelajar, mahasiswa, guru, buruh, dll. Demi membenahi segala aspek pembangunan di Lampung bersama derasnya kamajuan peradaban dunia.***Â
Comments 0